Prabowo Tetap Berusaha Untuk Menjadi Peserta Capres 2024 Mendatang

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dimaksud siap menjadi lagi capres pada Pemilihan presiden 2024 waktu depan. Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju itu siap kembali lagi maju bila diperintah oleh kader serta diinginkan oleh orang. Bila kembali lagi maju, 2024 bisa jadi pertempuran pemilihan presiden Prabowo ke-4 kalinya, mulai sejak kiprah di Pemilihan presiden 2009. Dalam empat palagan itu Prabowo tetap kalah bersama-sama pasangannya.

berita capres mendatang

Kalah dalam empat pilpres tidak bikin namanya meredup. Nama Prabowo tetap menjadi unggulan, sekurang-kurangnya menurut hasil survey beberapa instansi yang dilaunching beberapa waktu terakhir. Diantaranya hasil survey Tanda Politik Indonesia pada 16-18 Mei 2020. Survey Tanda ajukan pertanyaan: Bila pemilu diselenggarakan saat ini, siapa yang bakal diambil untuk presiden. Hasilnya, Prabowo mendapatkan nada paling tinggi yaitu 14,1 %. Meskipun jadi menurun dari survey yang dijalankan pada Februari, kepopuleran Prabowo itu taklukkan beberapa nama lain seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, bahkan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sesaat hasil survey yang dilaunching serempak Februari lalu, dua instansi survey yaitu Indo Ukuran serta Patokan Politik Indonesia-Politika Research and Consulting (PPI serta PPC) pun memposisikan Prabowo untuk calon calon presiden terkuat buat Pemilihan presiden 2024. Versus Indo Ukuran, Prabowo unggul untuk calon presiden terkuat pada Pemilihan presiden 2024 dengan kepopuleran 22,5 %, melewati minimal 22 nama elite terkenal di kelompok orang. Survey Indo Ukuran dijalankan dalam tenggang 9-15 Januari 2020.

Mengenai PPI serta PPC, kepopuleran Prabowo di urutan paling atas dengan sejumlah 17,3 %. Tetapi serangkaian hasil itu tidak serentak tentukan kemungkinan Prabowo menang apabila maju di Pemilihan presiden 2024. Perjalanan masih panjang, menurut Peneliti Politik dari Kampus Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. Masih besar kesempatan turun-naik kepopuleran ketujuan Pemilihan presiden 2024. “Terdapat banyak perihal yang bakal pengaruhi naik atau turunnya (kepopuleran) seseorang calon presiden. Termasuk juga Prabowo yang tertinggi masih di bawah 15 %. Periode iya kemenangan seseorang calon presiden kepopulerannya 15 %”.

berita tentang capres 2024

Terkecuali itu, Prabowo akan hadapi kendala yang tidak ringan apabila kembali lagi maju di Pemilihan presiden 2024. Di tahun itu, kata Ujang, Prabowo termasuk juga calon tua. Di lain bagian ia menghadapi banyak pemilih muda. Kendala lain buat Prabowo yakni peluang pendukungnya berpaling. Ini dapat berlangsung sebab sikap Prabowo menentukan masuk pemerintahan seusai kalah berkompetisi dengan Jokowi di Pemilihan presiden saat kemarin. “Oleh lantaran itu mesti ada kiat buat mengembalikan supaya dapat menarik kembali lagi pendukungnya. Mendekati mereka kembali lagi. Rajut kembali lagi pertemanan dengan mereka yang sedih,” kata Ujang.

Berkaitan dengan partisan yang sedih, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif pernah menyebutkan jika ada soal yang sukar dilalaikan oleh alumni 212 dari sikap Prabowo. Pada Pemilihan presiden 2019 lalu, PA 212 sebagai partisan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. “Pemilihan presiden 2019 pengalaman sendiri buat kami serta buat perjuangan kami ke depan, Prabowo telah finis. Diamkan sekarang ini Prabowo Subianto nikmati serta selesaikan pekerjaannya untuk Menhan”.

Kemampuan Menhan

Hadapi kendala yang tak ringan, Prabowo pun menyimpan beberapa keuntungan yang dapat dimaksimumkan. Ujang beranggapan, kesempatan Prabowo buat menang di 2024 dapat berubah menjadi besar bila performanya untuk Menteri Pertahanan memberikan hasil yang baik. Sekarang ini, ia memandang kemampuan Prabowo belum optimal. “Bila performanya bagus untuk menang ada kesempatan. Tetapi itu juga mesti disaksikan kepopulerannya mendekati pemililihan,” kata Ujang. Dia menyampaikan, satu diantara tanda buat memandang satu orang pas berubah menjadi calon presiden yakni kemampuan yang baik di lembaga yang diperintahnya. Oleh lantaran itu, kecuali dengan menentukan program serta calon wakil presiden yang dapat menggandeng nada para muda, merangkul kembali lagi partisan yang lari, Prabowo harus mendongkel performanya untuk Menhan dapat menambah kesempatan Prabowo menang di 2024. “Bila tidak kerja baik, karena itu rakyat bakal sedih. Sebab ukuran seseorang calon presiden itu diantaranya, kemampuan yang bagus di lembaga yang diperintahnya,” sebut ia.

Baca juga Perekonomian Negara Indonesia Yang Sedang Kritis

Telah Melalui Periode

Soal tidak sama dikatakan oleh Peneliti Politik LIPI Wasisto Rahardjo Jati. Menurut dia, sudah tidak zamannya lagi buat Prabowo buat berlaga kembali lagi di Pemilihan presiden 2024. “Saya berpikir bila beliau maju lagi tidaklah masalah, lantaran itu hak konstitusional, tetapi beliau telah melalui zamannya, akan tambah baik berubah menjadi king maker saja”. Jati memberi tambahan tiap politikus mempunyai periode semasing. Lantas, perihal itu berlaku buat Prabowo. Zamannya dipandang sudah habis. Wasis katakan Lebih bagus Prabowo memberikan jalan pada calon lain yang mau berlaga. Ditambah lagi, di Pemilihan presiden 2024, bakal menimbulkan calon-kandidat dari wilayah yang tidak kalah terkenal. “Seperti profil Ganjar, Ridwan Kamil, atau bila di luar jawa itu Gubernur Sulawesi Selatan,” katanya.

Kecuali periode yang telah melalui, dia menyampaikan sampai kini Prabowo tidak juga mempunyai pangkal pemilih yang padu di akar rumput. Dia menilai dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sempat kedua kalinya kalah dalam Penentuan Gubernur Jawa Timur. Menurut Wasis, Khofifah dapat menang dalam peluang ke-3nya sebab mempunyai massa padu di kelompok nahdliyin. “Bila kita banding dengan Khofifah yang mengawasi akar rumput, Prabowo tak punyai semacam itu,” sebut ia.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *